Blog

Menambah Minat Anak Untuk Menulis

Ayah dan bunda, jika membicarakan masa kecil kita pasti akan melewati masa balita dalam tahap tumbuh kembang anak. usia balita adalah masa pembentukan yang masih sangat terbuka pada perkembangan, perubahan minat, dan kecenderungan gaya belajar si kecil. Lalu bagaimana jika ternyata si kecil kurang tertarik dengan aktivitas menulis?

Dinasti Widarsari, M.Psi., Psi. (Konsultan Psikologi Anak) berpendapat Bila keengganan menulis tergolong parah dan menyebabkan perubahan situasi emosi, ada kemungkinan anak memiliki kendala yang bisa disebabkan oleh beberapa kondisi.

Pertama, perkembangan motorik, terutama motorik halus. Coba perhatikan keseharian anak: Apakah ia memiliki kesulitan dalam melakukan kegiatan yang berkaitan dengan gerakan motorik halus? Misalnya, terlihat kesulitan, seperti gampang terlepas pegangannya atau lemas, saat memegang benda kecil. Jika ya,ada kemungkinan si kecil mengalami hambatan dalam perkembangan motorik halusnya. Jika tidak terlalu berat, kondisi ini bisa dilatih dengan membiasakannya memegang benda-benda kecil. Namun, bila terlihat berat, bawa ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Kedua, terkait dengan masalah psikologis atau emosional. Coba telusuri apakah anak pernah mengalami pengalaman yang kurang menyenangkan terkait dengan kegiatan belajar, terutama saat menggunakan keterampilan jari jemari. Misalnya, apakah dia pernah merasa tersiksa ketika mewarnai atau menggambar di usia lebih muda. Atau, dia pernah merasa ‘dipaksa’ melakukan kegiatan yang mirip, sehingga merasa kegiatan menulis merupakan siksaan dan menolak melakukannya.

Apa yang perlu dilakukan? Telusuri terlebih dulu penyebabnya. Jika sudah ditemukan penyebabnya, coba diperbaiki. Caranya? Buatlah kegiatan yang menyenangkan dengan melibatkan kegiatan motorik halus. Bawalah dia ke ahli bila apa yang dialami sulit ‘diperbaiki’.

Satu hal lagi nih yang perlu kita ketahui jika anak  belum mau  menulis, ternyata kurang tertariknya anak pada kegiatan menulis belum tentu berarti anak mengalami masalah dalam kegiatan belajarnya. Kadangkala, ada anak yang terlihat tidak memiliki ketertarikan terhadap kegiatan menulis, namun sangat menyukai kegiatan membaca, misalnya. Kalau sudah begini, kemampuan visualnya yang akan lebih berkembang ketimbang kemampuan motorik atau kinestetiknya. Mungkin saja, si kecil belum mengembangkan ketertarikan untuk menulis karena belum menemukan enjoyment dalam melakukan kegiatan tersebut. Itu sebabnya ia tidak menyukainya.

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *