Profil

Bapak H. Djaman bin H. Risin, beliau adalah seorang guru agama pada Madrasah dan Sekolah Dasar. Selain sibuk mengajar di sekolah formal, beliau juga menjadi guru mengaji yang diadakan di rumahnya, di wilayah Poris Plawad Cipondoh Tangerang.

Berawal dari tahun 1965, berupa pengajian biasa yang berlangsung pada malam hari dengan kajian Al-Qur’an dan Tajwid di sebuah surau kecil, ternyata semakin lama semakin diminati oleh masyarakat sekitar yang menginginkan putra putrinya memiliki pengetahuan tentang Al-Qur’an. Semakin lama pengajian tersebut semakin bertambah jumlah muridnya, akhirnya dengan dukungan keluarga dan didasari niat ikhlas, beliau mencoba mendirikan sekolah yang berlatar belakang pendidikan agama Islam. Alhamdulillah berkat perjuangan beliau yang gigih dan terdorong sifat kedermawanannya, beliau mewakafkan sebidang tanah dengan luas +/- 3.400 M2. Dari lahan inilah kemudian dibangun tiga lokal ruang belajar untuk para murid menimba ilmu agama dan mengasah ketrampilan. Mereka mendapat bimbingan langsung dari Bapak H. Djaman. Namun karena usia yang semakin senja, akhirnya pengelolaan pengajian dan pendidikan keagamaan tersebut yang merupakan cikal bakal berdirinya Madrasah Ibtidaiyyah (MI), diteruskan kepada putranya yang bernama H. Acep Abdul Syukur.

Dengan semangat dakwah yang tinggi, H. Acep Abdul Syukur terus mengembangkannya sehingga pada tahun 1971 dimulailah penggarapan pondasi gedung dengan lokal yang lebih banyak untuk menampung banyaknya murid yang berminat untuk belajar di madrasah tersebut. Sejalan dengan digulirkannya Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri (Menteri Agama, Pendidikan dan Menteri Dalam Negeri) yang mengatur pengelolaan pendidikan agama yang harus diselaraskan dengan kurikulum pemerintah. Maka pendidikan di Madrasah Asy-Syukriyyah tersebut harus berjalan seperti pendidikan umum lainnya yang mengajarkan tidak hanya pengetahuan agama, tapi juga dilengkapi dengan pengetahuan umum walaupun waktu belajar masih tetap sore hari. Selanjutnya, untuk memperkuat posisi Asy-Syukriyyah sebagai Lembaga yang diakui sebagai lembaga pendidikan yang resmi, pada tanggal 14 Januari 1987 didirikanlah yayasan dengan nama Yayasan Pendidikan Islam Asy-Syukriyyah di hadapan Akta Notaris : Roni H. Gunawan, SH. Dengan nomor 20 tahun 1987. Menyusul kemudian diterbitkannya izin operasional Madrasah Ibtidaiyyah Asy-Syukriyyah pada tanggal 13 September 1988 oleh Kantor Departemen Agama Kabupaten Tangerang dengan nomor izin operasi : Mi-04/PP.005/2950/1988 dengan nomor statistik sekolah : 15202041813 dan diangkatlah H. Abdul Alim, LC sebagai Kepala Madrasah yang pertama.

Seiring dengan tuntutan masyarakat akan sebuah pendidikan yang berkualitas dan tepat guna, akhirnya pada tahun 1998 diusung oleh Bapak Bahrudin Navizha, yang kemudian beliau diangkat menjadi Kepala Sekolah yang kedua, digulirkanlah program Plus dengan mengangkat kedudukan ilmu pengetahuan umum dan pengetahuan agama masing-masing menjadi 100% dengan penambahan durasi belajar yang tadinya hanya 5 jam ( Jam 07.00 s/d 12.00) menjadi 7 jam (jam 07.00 s/d 14.000) diperkaya dengan pendidikan life skill, antara lain : Pencak silat, Tahfiz, Nasyid dan lain sebagainya. Khusus untuk siswa kelas 6, agar mereka dapat mempersiapkan memasuki sekolah-sekolah lanjutan yang unggul dan berkualitas, digulirkan program Bimbel (Bimbingan Belajar) sehingga mereka harus tetap berada disekolah hingga jam 16.00 WIB.

Akhirnya dengan jerih payah team management yang dibentuk yang beranggotakan : Bapak Bahrudin (Kepala Sekolah saat itu), H. Sanusi, HMA (Wakil Bid. Kurikulum saat itu, sekarang Kepala Sekolah), Nahwan Setiawan (Wakil Bid. Kesiswaan) dan kerja keras dewan guru, maka pada tanggal 2 September 1999 MI Plus Asy-Syukriyyah dinilai oleh Team Akreditasi Mapenda Kota Tangerang, memenuhi standar DISAMAKAN hingga saat ini.

Sejalan dengan tuntutan masyarakat akan sebuah pendidikan yang berkualitas, MI Plus Asy-Syukriyyah terus membenahi diri dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dalam bidang pendidikan.